Asyik! Mengayuh Sepeda Sambil Menghasilkan Air Bersih

Sehat bersepeda sekaligus memperoleh air bersih. Tampaknya itulah tujuan sepeda 'aquaduct' ini dibuat. Slogannya pun begitu jelas, “Kayuh sepedanya, dan saat tiba di rumah Anda dapat meminum air jernih."



Tim desain sepeda ini merancang berdasar  kenyataan bahwa  sebuah keluarga  kecil (empat orang) membutuhkan sekitar 20 galon air sehari untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti minum, memasak, mencuci dan membersihkan.

Lalu bagaimana cara kerjanya? Seseorang akan naik sepeda dengan tangki kosong menuju sumber air dan mengisinya hingga penuh - maksimal 20 galon. Lalu orang tersebut mengayuhnya  kembali ke rumah.


Saat mengayuh, terjadi proses peristaltik pompa air di dalam tangki penyimpanan, melalui filter ke tangki ke-2  dan menghasilkan air bersih.

Di muka bumi ini, lebih dari 1,1 milyar orang tidak memiliki akses terhadap air bersih dan lebih dari 5.000 anak meninggal setiap hari karena penyakit terkait air. Artinya, jika mereka menemukan cara untuk memproduksi massal sepeda ini dengan biaya yang efektif, sedikit banyak membantu masalah kemiskinan, penyakit, serta kelaparan ekstrim.


sumber : apa kabar dunia
Baca Selengkapnya »»


Ritsleting Raksasa Ala Seniman Jepang

Seorang seniman asal Jepang, Juni Kitagawa, telah membuat karya seni yang unik. Kitagawa membuat sebuah ritsleting raksasa yang telah ditaruh di tempat-tempat umum di seluruh Jepang.

Seperti diberitakan Stomp, Selasa (4/3/2014), karya seni 2D dan 3D ini telah muncul di gedung-gedung, di dinding, dan bahkan di sebuah kolam di beberapa kota di Jepang.

Kitagawa tidak sengaja menjadi seorang seniman yang nyeleneh ketika ia terjebak di dalam sebuah proyek pembuatan kaos yang tidak laku terjual. Dia memutuskan untuk berkeliling kota dan 'menutupi' ruang publik dengan restleting berukuran raksasa.

Salah satu karyanya yang paling menarik adalah di mana ia menaruh ritsleting raksasa di berbagai ruang publik di seluruh kota-kota di Jepang.
Baca Selengkapnya »»


Fasilitas Super Lengkap Untuk Si Miaoww

Miniatur kota kucing seluas 10 hektar yang diberi nama Caboodle Ranch adalah rumah bagi ratusan kucing yang kurang beruntung. Kucing yang biasanya merupakan hewan peliharaan favorit keluarga tidak semuanya memiliki nasib yang bahagia. Ada yang dibuang, terlantar atau malah memang kucing yang tidak bertuan.


Di Caboodle Ranch, para kucing ini di perlakukan layaknya manusia dengan masing masing rumah dan fasilitas seperti sebuah kota sungguhan. Tak kalah lengkap dengan kota manusia, di sana ada balai kota, sekolah dan bahkan kolam dengan air yang terus mengalir. 


Uniknya rumah mini para kucing ini tertata rapi dan berwarna warni di sepanjang lahan peternakan kosong yang asri dengan pepohonan. Caboodle Ranch yang merupakan rumah bagi para kucing ini dihuni lebih dari 500 kucing dengan nama lucu yang diberikan langsung oleh Craig Grant, sang pemilik. Ada Meat ball, Shakey Jake, Big Red, Smokey, Baby dan Tommy sebagai pemimpin kota kucing mereka.

Kota kucing ini bermula ketika anak Craig Grant pergi dan meninggalkan kucingnya pepper, hingga dia mulai berpikir untuk memberikan kucing yang ditinggalkan pemilik atau ditelantarkan dan tidak memiliki tempat tinggal sebuah kota untuk mereka tempati. Di miniatur kota kucing ini, Craig juga menerima perawatan untuk kucing yang sakit dan diberikan kepadanya untuk dirawat dan menjadi bagian dari Caboodle Ranch.

Miniatur kota untuk kucing ini juga punya waktu berkunjung sendiri. Caboodle Ranch dibuka untuk kunjungan setiap harinya di atas jam 2 siang. Tapi pastikan Anda sudah membuat janji terlebih dahulu, karena pengunjung yang diterima hanya bagi pengunjung yang sudah membuat janji berkunjung. Ternyata jam kunjung yang dibuka siang hari itu mempunyai beberapa alasan. Hal ini karena Craig, sang pemilik memiliki banyak rutinitas yang harus dia kerjakan untuk mengurus ratusan kucing yang tinggal di sana. Seperti, mengisi tempat makan, mengganti air di setiap sisi kota dan mengganti kotak air.

 

Beruntung bagi para kucing yang tidak memiliki keluarga mendapat keluarga di Caboodle Ranch. Tertarik berkunjung dan memberikan donasi untuk kucing terlantar yang diselamatkan dan di pelihara di sini?? Bisa klik di sini www.caboodleranch.org
Baca Selengkapnya »»


Wanita Berkumis Yang Sensasional!

Dalam beberapa hari terakhir, sosok Conchita Wurst memang menjadi pembicaraan banyak pihak. Perempuan dengan wajah penuh kumis ini baru saja memenangkan event Eurovision Song Contest pada Sabtu (10/5) lalu di Kopenhagen, Denmark. Penasaran kisahnya...

Penampilan Wurst dengan wajah penuh kumis memang menjadi ciri khas dirinya yang dikenali banyak orang. Bahkan penampilan unik itu membuat para penonton dari 45 negara pemirsa show tersebut memilih Wurst sebagai pemenang.

Semenjak itu banyak yang semakin penasaran dengan sosok Wurst. Terungkap pula bahwa Wurst ialah seorang transgender. Terlahir sebagai pria dengan nama Thomas Neuwirth, transgender berusia 25 tahun ini membuktikan bahwa dunia juga memahami bakatnya.

Dilansir Daily Mail, kamu bisa melihat bagaimana perubahan penampilan dirinya dari Thomas menjadi Wurst. Perjalanan hidupnya memang menimbulkan pro kontra, tapi dia membuktikan bahwa kemenangannya memberikan pengaruh besar. 

Masa Kecil Conchita Wurst

Siapakah remaja cowok yang berpose ala wanita di foto ini? Dia adalah Thomas Neuwirth. Thomas adalah nama lahir dari Conchita Wurst. Pada tahun 2014 ini, Wurst genap berusia 25 tahun. Wurst adalah pemuda yang berasal dari sebuah desa bernama Bad Mitterndorf, Austria Selatan.

Rupanya semenjak masih kecil dulu, Wurst sudah gemar memakai pakaian ala wanita. Mengenai rumah di mana dia dilahirkan, Wurst memiliki sebuah rahasia. Di mana ada sebuah loteng yang menjadi saksi tempat Wurst menjadi dirinya sendir dengan memakai pakaian wanita.


Thomas Tahun 2006

Ini adalah penampilan Wurst saat dia masih menjadi Thomas Neuwirth. Foto ini diambil pada tahun 2006 yang berarti delapan tahun silam. Saat itu Thomas masih berusia 17 tahun. Sebagai remaja yang berusia 17 tahun, Thomas memiliki penampilan yang casual dan tampak selalu ceria.

Belum ada kumis  tebal yang menutupi wajah fresh Thomas. Senyum lebar Thomas bahkan sangat mirip sekali dengan dirinya saat kecil dulu. Disebutkan ketika masih remaja dulu, Thomas juga menikmati indahnya masa-masa penuh kesenangan. Dia lebih tampan tanpa kumis kan?

  

Anggota Boyband

Sebelum dikenal sebagai wanita berkumis bernama Conchita Wurst, Thomas adalah member boyband Jetzt Anders.

Jetzt Anders sendiri merupakan nama dalam bahasa Austria. Yang dalam artian bahasa Inggrisnya adalah Now Different. Boyband Jetzt Anders itu rupanya dibentuk dari sebuah ajang pencarian bakat di Austria bernama Starmania. Saat bergabung dalam Jetzt Anders di tahun 2007, usia Thomas sudah menyentuh 18 tahun.

Namun saat itu dia masih  terlihat rapi tanpa kumis. Meskipun memang pilihan pakaian yang dia kenakan sudah mengarah ke konsep androgini.


Mengikuti Ajang Musik

Dengan penampilan uniknya itu, Wurst tetap berjuang mencapai mimpi dalam bidang musik yang sesuai dengan karirnya. Dimulai pada tahun 2013, Wurst terpilih sebagai perwakilan Austria untuk kontes tahunan Eurovision tahun 2014 ini.

Hasilnya? Dia meraih kemenangan dan langsung menjadi sensasi global. Penampilan Wurst menyanyikan lagu Rise Like a Phoenix itu menarik perhatiaan 170 juta pemirsa di seluruh dunia.

Kemenangan Wurst di Eurovision 2014 ini memang luar biasa. Ada 5.384.678 tweet di Twitter yang memilih Wurst sebagai pemenang. Sosok Wurst memang dianggap sebagai sebuah ikon penggebrak. Di mana setiap orang memiliki hak untuk menentukan dirinya sendiri.

Saat dipastikan menjadi pemenang, Wurst berbicara dalam pidatonya, "Kemenangan ini adalah karena kalian dan untuk kalian semua. Hal ini membuktikan bahwa masih ada kedamaian. Membuktikan bahwa kita semua tidak bisa dihentikan,"

Atas kemenangannya ini, Wurst meraih pendapatan mencapai GBP 25 juta (Rp 486 miliaran). Nilai sebesar itu menjadikan Wurst sebagai pemenang Eurovision terbesar kedua semenjak ABBA di tahun 1974 silam.



Baca Selengkapnya »»


Sekolah dalam Istana Dongeng

Datang ke The Secondary School No.5 di Yoshkar Ola, Rusia bisa membuat kita terkenang dengan khayalan masa kecil. Bangunan sekolah berwarna abu-abu dengan atap pink ini dibangun mirip dengan gambaran istana dalam dongeng. 
 
Bangunan ini dibuat 12 tahun lalu oleh pengusaha sukses Rusia, Sergey Mamaev. Ide bentuk sekolah ini datang dari istrinya, Tatiana. Ia ingin mengajar di sekolah anak-anak. Karena keunikannya tersebut, The Scondary No. 5 dijuluki Ordinary Miracle.



Proses pembangunan sekolah unik ini dimulai sejak tahun 1998. Hanya dalam waktu tiga tahun, bangunan ini selesai dibuat dan bisa digunakan. Dalam kompleks sekolah tersebut, tersedia fasilitas lengkap, seperti kantin, kolam renang, dan pusat kebugaran. Untuk bisa bersekolah di tempat ini,  kita harus mengeluarkan uang sebesar US$ 61 atau sekitar Rp. 800.000,- per bulan. Namun sayang, sekolah ini hanya tersedia untuk tingkat TK, SD, dan SMP. Di tempat ini, juga ada sekolah seni untuk tingkat TK.


 

Baca Selengkapnya »»