Fotografi by Lego

Foto Kreatif ini dibuat oleh Andrew Whyte menunjukkan kehidupan sehari-hari dan petualangan menyenangkan dari dunia LEGO fotografer. LEGO minifigure difoto di London, di pantai berpasir, dan di depan pemandangan indah. Semua foto yang diambil dengan iPhone 4S. Kita intip yuk hasilnya.













Sumber : memobee (by Putri)
Baca Selengkapnya »»


Bumi Bernafas

Baru-baru ini, sebuah video memperlihatkan fenomena bumi ‘bernapas’ telah menjadi viral di media sosial. Banyak orang yang takjub, tak sedikit pula yang merasa bingung dan berusaha mencari penjelasan atas fenomena tersebut.


Seorang pria bernama Brian Nuttal melihat fenomena unik itu saat tengah berjalan-jalan di Apple River, Cumberland County, Provinsi Nova Scotia, Kanada. Saat itu cuaca sedang berangin di musim gugur.
Brian memperhatikan tanah bergerak-gerak kembang kempis dalam ritme teratur. Ia lalu mengeluarkan ponsel dan merekamnya.
Video itu lalu diunggah Brian ke Facebook dan telah di-like sebanyak 13,500 kali.
Setelah diunggah, video itu pun langsung mengundang perdebatan di dunia maya. Berbagai macam spekulasi bermunculan untuk menjelaskan fenomena tersebut.
Sebagian netizen berpendapat itu adalah tanda akan muncul lubang tanah, tapi menurut yang lain hal itu berarti ada aliran air di dalam tanah. Sementara yang lainnya berpendapat akar tumbuhan yang menyebar luas tak terlalu mencengkram tanah. Sehingga ketika bagian atas pohon dihembus angin, gelombang goyangannya sampai ke akar dan menciptakan efek seperti ‘bernafas.’
Brian mengatakan saat ia sampai di tempat yang berpohon, dia memperhatikan tanah bergerak. Ia percaya pohon-pohon yang lebih besar bertahan dari terjangan angin dan pohon-pohon kecil di sekitarnya saling menguatkan.
Meskipun banyak perdebatan tetang penyebab fenomena ini, sejauh ini belum ada penjelasan yang lebih spesifik untuk menguak fenomena Bumi ‘bernapas’ tersebut.

berikut videonya :





Sumber : vivanews
Baca Selengkapnya »»


Mengapa Ada Orang Yang Giginya Mudah Berlubang?

Teorinya, jika kita rajin menyikat gigi maka kita akan terhindar dari gigi berlubang. Tapi kenyataannya tidak demikian. Kebersihan gigi memang harus dijaga, tapi itu bukan segalanya untuk melindungi gigi dari gigi berlubang.

 Faktor lain pengaruhnya tak kalah besar dalam kesehatan gigi adalah pola makan dan DNA.

"Menyikat gigi atau memakai benang gigi adalah mantra yang dipakai sejak dahulu oleh dokter gigi. Tapi jika kita melihat pada hasil studi klinis, hanya sedikit penurunannya pada risiko gigi berlubang," kata dokter gigi Page Caufield, yang meneliti tentang kerusakan gigi.

Dengan kata lain, menurut Caufield, menyikat gigi dan memakai benang giti secara teratur tidak akan mencegah gigi berlubang.

Penyebab utama gigi berlubang adalah gula. "Kerusakan gigi sangat terkait dengan konsumsi gula. Jika kita membatasi atau menghindari gula, maka kita akan terhindar dari gigi berlubang," katanya.

Gigi berlubang adalah akibat tiga faktor yaitu: pertumbuhan bakteri, gula dalam makanan dan permukaan gigi yang rentan. Bakteri di dalam mulut akan mengubah sebagaian gula dan karbohidrat yang makan menjadi asam. Bakteri dan asam yang dibentuk menjadi endapan lengket yang disebut plak gigi.

Erosi yang ditimbulkan plak akan menciptakan lubang-lubang kecil pada permukaan email, yang awalnya tidak terlihat.  Begitu email berhasil ditembus, dentin di bawahnya yang lebih lunak ikut terkena.

Walau demikian, menyikat gigi dan memakai benang gigi setelah makan bisa menurunkan risiko gigi berlubang.

Selain pola makan, rentan tidaknya seseorang mengalami gigi berlubang juga dipengaruhi faktor genetik. Hampir sepertiga gigi berlubang terjadi karena bentuk gigi dan jumlah saliva (air liur) kita.


Sumber : Kompas
Baca Selengkapnya »»


Patung Seribu Wajah di Tanjung Pinang, Pulau Bintan

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva atau Vihara Patung Seribu Wajah di Tanjung Pinang, Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Wajah setiap patung berbeda-beda lho.





Baca Selengkapnya »»


Menginap di Ruang Bawah Tanah Bekas Makam, Berani?

Jika mendengar kata hotel, maka sekilas yang terbesit di pikiran adalah tentang kamar yang diisi oleh ranjang empuk, kamar mandi yang mewah, lampu yang terang, hingga pendingin ruangan yang menawarkan kenyamanan. Namun di salah satu negara bagian Amerika Serikat, Maine, memiliki konsep yang berbeda bahkan tergolong aneh.

Dikutip dari CNN Travel, sebuah hotel di Maine menawarkan penginapan berupa ruangan bawah tanah yang sebelumnya merupakan makam seorang pastor Katolik yang "tinggal" di sana selama lebih dari 100 tahun. Makam bawah tanah tersebut berada di sebuah hotel butik yang baru saja dibuka, Inn at The Agora. Hotel ini menempati sebuah bangunan yang tadinya adalah rumah pastoran.

Sang pemilik, Andrew Knight, mengklaim bahwa tempat tersebut menjadi yang pertama di Amerika Serikat, bahkan dunia, sejak dibuka pada 1 Agustus 2015. Ruang bawah tanah ini dilengkapi televisi dengan pilihan 60 film horor klasik, ruang keluarga, ruangan bersantai, dan juga diisi peti mati dari kayu pinus yang berukuran cukup untuk dua orang. 



Sebuah makam dengan bentuk asli tapi ditambahkan dengan unsur-unsur kenyamanan. Terdapat televisi berukuran 32 inchi dan 60 film horor yang terseleksi dan karena beberapa alasan, tamu tidak dapat menginap. 

 Legenda dari bawah tanah

Namun sulit untuk mencoba bermalam di ruang bawah tamu ini. Sebab tamu harus check-out pada pukul 02.00 dini hari. Bukan karena takut bakal dihantui oleh makhluk halus. Namun, adanya risiko gangguan fisik.

Ruang bawah tanah ini tidak memiliki toilet. Sehingga ruangan ini bertujuan untuk hiburan semata. Jadi tamu tetap harus memesan kamar di hotel utama.

Selain itu, pihak hotel juga menawarkan paket tur horor termasuk ziarah ke Bangor, rumah bagi sang pengarang kenamaan novel horor dan pembunuhan, Stephen King. Tamu juga diberikan pilihan untuk menikmati "makanan terakhir" yang disajikan pada tengah malam.

Tarif menginap di hotel ini lumayan mahal. Sekitar 299 dolar AS untuk merasakan sensasi menginap di makam, belum tambahan biaya menginap di kamar hotel yaitu mulai dari 140 dollar AS. 




Sumber : CNN travel 
Baca Selengkapnya »»