La Piedra Del Penol, dalam bahasa Spanyol yang artinya “Batu di El Penol”, juga dikenal dengan nama La Piedra, adalah batu besar yang terletak di kota Guatapé, di Antioquia, Kolombia. Beratnya mencapai 10 juta ton dan menjulang setinggi 200 meter dari dataran sekitarnya, terlihat dari jarak bermil-mil di sekitar kota.
 
Batu besar ini, hampir seluruhnya mulus, hanya memiliki satu celah yang memanjang dari atas ke bawah di salah satu sisi. Di celah ini, terdapat 649 anak tangga batu, yang terlihat seakan-akan seperti jahitan raksasa pada batu agar tidak pecah.
 

 
Bagian atas batu besar ini terdapat daerah berpagar dengan kios-kios untuk membeli souvenir. Penjual makanan menata meja-meja di luar ruangan di mana pengunjung dapat menikmati makanan ringan dengan sebotol bir sambil menikmati pemandangan yang luar biasa yang membentang hingga ke cakrawala di setiap arah.


 
Batu raksasa ini terletak dekat perbatasan dua kota Guatapé dan El Penol. Kedua kota mengklaim kepemilikan batu ini. Pernah suatu ketika, penduduk Guatapé memutuskan untuk menyelesaikan masalah kepemilikian ini dengan mengecat nama kota pada batu ini dalam huruf putih besar.

Tidak butuh waktu lama bagi penduduk El Penol untuk melihat apa yang sedang dikerjakan penduduk Guatape, dan massa yang besar dikumpulkan untuk menghentikannya.

Hanya huruf “G” dan sebagian huruf “U” yang sempat dituliskan oleh penduduk Guatape. Dua huruf raksasa ini masih dapat dilihat pada sisi utara batu.


Baca Selengkapnya »»


Sering Terasa Blank Saat Mengingat Sesuatu?

Ketika seseorang berupaya fokus pada satu pekerjaan atau mencoba mengingat suatu gambar maka pada saat yang bersamaan orang yang bersangkutan takkan mampu memperhatikan segala sesuatu yang ada di sekitarnya atau semacam 'terbutakan'. Benarkah demikian?

Sebuah studi baru dari Inggris pun menemukan salah satu penyebab fenomena yang disebut kebutaan yang tak diperhatikan (inattentional blindness) ini. Menurut peneliti, memfokuskan pikiran atau mengingat-ingat sesuatu sudah cukup membuat manusia tak menyadari hal-hal lain yang terjadi atau berada di sekitarnya.

"Satu contoh nyata yang relevan dengan temuan ini adalah kondisi yang terjadi pada orang-orang yang berupaya mengikuti petunjuk dari alat navigasi satelit (GPS) ketika mengemudi," ungkap Nilli Lavie, Ph.D. dari University College of London yang memimpin studi ini.

"Studi kami menunjukkan bahwa ketika kita fokus pada suatu hal atau mengingat arahan yang baru saja kita lihat pada layar GPS akan membuat kita lebih cenderung gagal memperhatikan bahaya di sekitar jalan yang kita lewati, misalnya kita mungkin tak tahu ada sepeda motor yang mendekat atau pejalan kaki yang tengah menyeberang, meskipun kita terlihat memandang ke depan," terang Lavie.

 
Untuk memperoleh kesimpulan itu, peneliti menggunakan scan functional magnetic resonance imaging (fMRI). Perangkat ini difungsikan untuk mengamati aktivitas otak partisipan ketika mereka diberi tugas untuk mengingat-ingat sebuah gambar. Di tengah tugas itu, peneliti juga meminta partisipan mendeteksi adanya kelebatan cahaya yang ditujukan pada mereka.

Hasilnya, ketika partisipan disibukkan dengan tugas mengingat-ingat gambar tersebut, mereka pun gagal memperhatikan kelebatan cahaya yang dimaksudkan peneliti, kendati tak ada obyek lain yang diperlihatkan pada partisipan waktu itu.

Namun sebaliknya ketika partisipan tidak diberi tugas apapun, mereka dapat mendeteksi kelebatan cahaya itu dengan mudah. Hal ini menunjukkan bahwa partisipan mengalami 'kebutaan yang dipicu oleh beban pikiran' (load induced blindness).

Ketika di-scan dengan fMRI, peneliti menemukan adanya penurunan aktivitas pada salah satu daerah otak yang bertugas memproses informasi visual yang masuk yaitu korteks visual primer (primary visual cortex).

 
 "'Kebutaan' itu tampaknya disebabkan oleh adanya gangguan pada pesan visual yang masuk ke otak pada tahapan paling awal jalannya aliran informasi ke otak. Artinya ketika mata dapat 'melihat' obyek, otak justru tidak melihatnya atau mungkin terlambat melihat obyek yang dimaksud," tandas Lavie seperti dilansir dari psychcentral.

Peneliti pun menduga hal ini diakibatkan persaingan untuk memperoleh kekuatan memproses informasi otak yang stoknya terbatas atau disebut dengan 'teori beban' (load theory). Persaingan itu terjadi antara informasi visual baru dengan memori visual manusia yang bersifat jangka pendek.

Tapi dugaan inilah yang dianggap mampu menjelaskan mengapa otak gagal mendeteksi peristiwa yang mencolok sekalipun dalam penglihatan manusia ketika perhatiannya telah terfokus pada satu tugas yang melibatkan beban informasi yang begitu tinggi.
Baca Selengkapnya »»


Ladang Tulip Yang Menakjubkan!!!

Belanda terkenal di dunia untuk ladang tulip mereka. Setiap tahun dari Maret sampai Mei pedesaan Belanda berubah menjadi lautan warna.

Menurut National Geographic, tulip pertama ditanam di tanah Belanda tahun 1593, dan telah menjadi simbol nasional sejak itu. Pada postingan ini Anda akan menemukan foto-foto yang luar biasa yang diambil dari pesawat prop kecil.

Semua foto diambil di bekas kotamadya Anna Paulowna di Belanda Utara. Pada tanggal 1 Januari 2012, Anna Paulowna bersama dengan tiga kota lainnya yaitu  Niedorp, Wieringen, dan Wieringermeer digabungkan menjadi kota baru yang disebut Hollands Kroon.








Baca Selengkapnya »»


Mengangkat Tangan Selama 38 Tahun Demi Mengabdi Pada Dewa Siwa

Ada seorang karyawan di New Delhi, Amar Bharti namanya, Ia  memutuskan untuk meninggalkan aktivitas duniawinya sejak 38 tahun lalu  untuk mengabdikan diri kepada Dewa Siwa. Sebuah keputusan yang sangat extrim menurut sebagian orang karena untuk melakukan itu dia harus meninggalkan keluarga dan rumahnya.

Dari sumber yang diterima sejak saat itu Amar Bharti mengangkat lengan kanannya secara vertikal dan tidak pernah menurunkannya lagi, hingga seperti yang dapat anda lihat dalam gambar tangannya berubah dari bentuk normal.

Mengenai informasi lengkap dari ritual ini saya belum menemukan referensinya, mungkin pembaca sekalian dapat memberikan informasinya kepada RealiFact. Amar Bharti melakukan ini sejak tahun 1973 silam.

Keyakinan agama memang bisa membuat seseorang melakukan hal yang diluar nalar manusia, saya yakin pembaca semua memahami hal itu.
Baca Selengkapnya »»


Asyik! Mengayuh Sepeda Sambil Menghasilkan Air Bersih

Sehat bersepeda sekaligus memperoleh air bersih. Tampaknya itulah tujuan sepeda 'aquaduct' ini dibuat. Slogannya pun begitu jelas, “Kayuh sepedanya, dan saat tiba di rumah Anda dapat meminum air jernih."



Tim desain sepeda ini merancang berdasar  kenyataan bahwa  sebuah keluarga  kecil (empat orang) membutuhkan sekitar 20 galon air sehari untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti minum, memasak, mencuci dan membersihkan.

Lalu bagaimana cara kerjanya? Seseorang akan naik sepeda dengan tangki kosong menuju sumber air dan mengisinya hingga penuh - maksimal 20 galon. Lalu orang tersebut mengayuhnya  kembali ke rumah.


Saat mengayuh, terjadi proses peristaltik pompa air di dalam tangki penyimpanan, melalui filter ke tangki ke-2  dan menghasilkan air bersih.

Di muka bumi ini, lebih dari 1,1 milyar orang tidak memiliki akses terhadap air bersih dan lebih dari 5.000 anak meninggal setiap hari karena penyakit terkait air. Artinya, jika mereka menemukan cara untuk memproduksi massal sepeda ini dengan biaya yang efektif, sedikit banyak membantu masalah kemiskinan, penyakit, serta kelaparan ekstrim.


sumber : apa kabar dunia
Baca Selengkapnya »»