Mengharukan : Sang Nenek Menjadi Badut Demi Biaya Nikah Anaknya

Walaupun sudah berusia sangat lanjut namun semangat masih tetap ada. Itu merupakan semangat "perjuangan hidup" seorang nenek di China. Yang Zhiqiao, seorang nenek berusia 75 tahun, merupakan salah satu nenek di China yang mempunyai semangat yang tinggi. Ia bahkan masih mau mencari duit demi membantu biaya nikah sang anak.


Nenek Yang setiap hari bekerja menjadi Badut Mickey Mouse di taman kota Luoyang. Meski usia nya sudah sangat lanjut, namun demi biaya nikah sang anak, ia gigih mengumpulkan pundi-pundi uangnya dengan cara memungut biaya dari para pengunjung yang mengajaknya berfoto bersama "Badut Mickey Mouse".

"Putraku sudah berusia lebih dari 40 tahun, masih belum menikah. Aku tak bisa menjadi beban baginya. Aku harus menghasilkan banyak uang agar ia mendapatkan istri," ujar nenek Yang.

Bayangkan sang Nenek tersebut masih mau berjuang mencari uang demi biaya nikah sang anak. Sang anak pun tidak mengetahui pekerjaan ibunya.

Nenek Yang juga mengatakan bahwa "Kostum badut Mickey Mouse ini sebenarnya adalah bikinan anak saya."

Berada dalam kostum ini memang sangat menyiksa, bayangkan dengan kostum badut yang cukup berat dan panas, ia masih mau menghibur anak-anak dan para pengunjung di taman. Setiap 10 menit sekali, ia terpaksa membuka kepala "Badutnya" demi mencari udara segar.

"Kostumnya berat, udaranya juga cuma sedikit. Kalau menggunakannya terlalu lama, aku sulit bernafas," ujarnya.

Nenek Yang terkenal dengan sebutan Mickey Mouse Grandma, oleh para anak-anak kecil yang suka berkunjung ke Taman Luoyang.

Memang begitu besar pengorbanan sang Ibu bagi anaknya dari melahirkan sampai membesarkan anaknya. Oleh karena itu, jangan pernah memarahi atau bertindak kasar kepada ibu. Dia selalu berkorban demi sang anak. Contoh seperti nenek Yang, Ia mau berkorban demi sang anak agar bisa menikah. Semoga perjuangan nenek Yang dapat menjadi kisah yang memotivasi kita semua (anak) agar tidak berbuat durhaka terhadap orang tua, terutama IBU.


Sumber : Dunianugroho29
Baca Selengkapnya »»


Tukang Cukur Tampan Dari Gaza

Essam Habib, pria yang menjalankan usaha cukur tanpa listrik dan air yang mengalir, pasca konflik antara Israel dan Hamas di Gaza. Bagaimana kisahnya?

Lebih dari 400.000 warga di Jalur Gaza kehilangan tempat tinggal, akibat operasi militer Israel. Namun semua itu tak menghalangi niat seorang tukang cukur berwajah tampan ini untuk mencari rezeki.

Essam Habib pun menceritakan, bagaimana ia berusaha bertahan hidup di antara puing-puing reruntuhan bangunan pasca konflik Israel-Hamas di Gaza.

Dikutip dari BBC, Senin (15/9/2014), awalnya ia membuka usaha cukur di Jalan Habib di Distrik Shejaiya 18 bulan lalu. Meski pertempuran yang baru-baru ini terjadi membawa kehancuran di lingkungan sekitarnya, tapi kios dan rumah keluarganya tetap berdiri.

"Banyak orang kehilangan rumah mereka dan semua pelanggan sudah pergi, tapi kami tetap berusaha mencari sedikit nafkah agar kami bisa makan," kata Essam.

"Saya tidak punya pilihan selain membersihkan kios, kembali bekerja dan berdoa agar Allah memberkahi kami. Tidak ada air yang mengalir jadi kami menyimpan air di dalam ember untuk membersihkan wajah dan leher pelanggan," tambah Essam.

Pipa-pipa air di Shejaiya rusak dan tidak ada lagi aliran listrik, sehingga Essam menggunakan generator ketika ia memangkas rambut dengan pencukur listrik.

"Saya berdoa semoga krisis ini segera usai," kata Essam. (Ein)


 



Credit: Tanti Yulianingsih
Baca Selengkapnya »»


Nenek Pemanjat Pohon Kamboja

Nenek Nasih kini menginjak usia 70 Tahun, namun semangatnya untuk memanjat Pohon Kamboja untuk mengambil bunga di areal pemakaman Tionghoa di kawasan Jakarta Timur tidaklah pudar.

Demi bertahan untuk hidup, Nenek Nasih tidak menghiraukan akan keselamatannya dengan memanjat pohon Kamboja untuk mengambil bunganya di sekitar areal pemakaman Tionghoa. Selain mencari bunga Kamboja nenek Nasih juga mengumpulkan sampah plastik.



Selama 20 tahun, Nenek Nasih tinggal di areal pemakaman Tionghoa tersebut , dengan rumah semi permanen yang kurang layak Huni. Sehari-hari Nenek Nasih mencari bunga Kamboja dan plastik sampah. 

Selama 2 minggu Nenek Nasih hanya dapat mengumpulkan bunga Kamboja sebanyak 1 kilogram dan menjualnya dengan harga Rp.80.000/kilo.



Walau sudah berumur 70 Tahun, nenek Nasih masih bersemangat untuk memanjat pohon Kamboja dan mencari sampah plastik untuk dijual dengan harga yang tidak sebanding dengan perjuangannya.


 



via: tempo.co
Baca Selengkapnya »»


"Reno" Fly Geyser Yang Menakjubkan !

Geiser adalah sejenis mata air panas yang menyembur secara periodik, ia mengeluarkan air panas dan uap air ke udara. Bagaimana asal usulnya?

Fly Geyser tak sengaja terbentuk pada tahun 1916 saat pengeboran sumur untuk air. Namun air panas yang keluar terus menerus dan semakin lama membentuk sebuah kerucut yang berwarna warni yang disebabkan oleh mikroorganisme tertentu.

Fly Geyser Reno terletak di wilayah Reno di negara bagian Nevada USA,dan sumber mata airnya bisa digunakan untuk merebus telur lho....
Ingin mencoba ^^ ?







Sumber: Sorsow
Baca Selengkapnya »»


Sering Bertengkar Dengan Pasangan, Seorang Nenek Berhasil Kumpulkan Uang 950juta

Amarah memang kadang sulit sekali dikendalikan. Dalam kehidupan berumah tangga, sebuah amarah kecil yang saling jalin menjalin bisa menjadi bom waktu yang mengerikan. Namun tidak bagi pasangan yang sudah 60 tahun bersama.

Suami istri ini selalu mesra, romantis, menjaga dan menyayangi satu sama lain. Tak ada rahasia apapun yang mereka sembunyikan, kecuali sebuah kotak sepatu yang disimpan oleh sang istri di atas lemari pakaian. Ia selalu memperingatkan suaminya agar tidak menyentuhnya sekalipun.

Suaminya tak pernah melanggar aturan tersebut. Hingga suatu hari, sang istri jatuh sakit. Sakit keras yang menurut dokter tak bisa disembuhkan. Maka sang suami mengambil kotak itu dan membawanya ke sisi sang istri.

Istrinya pun setuju bahwa ini memang sudah waktunya membuka kotak sepatu tersebut. Alangkah terkejutnya sang suami saat menemukan uang sebanyak $ 95000 atau sekitar Rp 950 juta. Lembaran uang kertas tersebut diikat gendut-gendut dengan karet dan di dalamnya juga ada 2 boneka rajut. "Dari mana ini, Sayang?" tanya suaminya.

Istrinya pun bercerita, "Saat awal-awal kau menikah denganku," ujarnya. "Nenekku menceritakan rahasia sebuah pernikahan bahagia. Katanya rahasia itu adalah agar aku tidak bertengkar denganmu, jadi aku harus mengendalikan marah," lanjutnya.

Sang istri menceritakan bagaimana ia mengendalikan marah setiap kali suaminya keras kepala atau terasa menyebalkan, "Nenekku bilang kalau aku sudah mulai marah padamu, sebaiknya aku merajut boneka." Mendengar hal itu suaminya paham.

Ia melihat ada dua boneka rajut yang manis di situ, ia sangat terharu karena istrinya sangat sabar. Dalam 60 tahun pernikahan, dia hanya marah dua kali saja. Tapi ia masih penasaran dengan uang sebanyak itu. "Sayang, tapi dari mana uang sebanyak ini? Kau menabung uang belanja kita?" tanya suaminya.

"Oh, itu?" kata sang istri. "Uang itu kudapatkan dari menjual boneka-boneka hasil jahitanku," jawabnya.

Mendengar jawaban itu, bubrah sudah keharuan sang suami. Ternyata uang-uang itu hasil menjual boneka-boneka yang mungkin melambangkan kekesalan yang ditahan istrinya. Entah sudah berapa boneka yang ia buat dan berapa kali amarah yang dipendam istrinya. Tapi ia salut dengan istrinya yang mampu menahan amarah dan tetap sabar.

Amarah yang bertemu dengan amarah tak akan pernah menimbulkan perdamaian, selain hanya mencari kalah dan menang yang bisa jadi tak berujung. Salah satu harus mengalah, tapi mengalah untuk menang. Kemenangan istri ini bukan karena ia bisa menjadikan amarahnya sebagai boneka yang dijual dan mendapat uang. Melainkan mengelola amarahnya demi langgengnya pernikahan mereka, dan ia berhasil. Semoga kisah unik ini bermanfaat.

Sumber : vemale.com
Baca Selengkapnya »»